Pemerintah Kota Padang Panjang

SEJARAH LAHIRNYA KOTA PADANG PANJANG

 

Setelah Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia, untuk menjalankan roda pemerintahan, Padang Panjang dijadikan suatu kewedanaan yang wilayahnya meliputi Padang Panjang, Batipuh dan X Koto yang berkedudukan di Padang Panjang.

Pada masa agresi militer Belanda, Kota Padang Panjang pernah menjadi pusat pemerintahan sementara Sumatera Tengah setelah Kota Padang dikuasai Belanda pada pada tahun 1947.

Berdasarkan Ketetapan Ketua PDRI tanggal 1 Januari 1950 tentang Pembagian Propinsi juga sekaligus ditetapkan pula pembagian Kabupaten dan Kota antara lain Bapituh dan X Koto kedalam wilayah Kabupaten Tanah Datar, sehingga Padang Panjang hanya merupakan tempat kedudukan Wedana yang mengkoordinir Kecamatan X Koto.

Kemudian berdasarkan UU No. 8 tahun 1956 tentang Pembentukan Daerah Otonom Kota Kecil di lingkungan Propinsi Sumatera Tengah, maka lahir secara resmi Kota Kecil Padang Panjang.

Kota Padang Panjang sebagai pemerintahan daerah terbentuk pada tanggal 23 Maret 1956. Selanjutnya, barulah setahun kemudian, berdasarkan Undang-undang nomor 1 tahun 1957, status kota ini sejajar dengan daerah kabupaten dan kota lainnya di Indonesia.

Pada tahun 1957 dilantik Walikota pertama dan sebagai Daerah Otonom sesuai Peraturan Daerah Nomor 34/K/DPRD-1957 dibentuk 4 (empat) Resort, dan dimana masing-masing Resort dengan Keputusan DPRD Peralihan Kota Praja Nomor 12/K/DPRD-PP/57 membawahi 4 jorong sebagai berikut :

No Kelurahan
Resort Bukit Surungan
1 Sigando
2 Gantiang
3 Ekor Lubuk 
4 Ngalau

 

No Kelurahan
Resort Pasar
1 Balai-Balai
2 Bukit Surungan
3 Pasar Baru
4 Tanah Hitam

 

No Keluarahan
Resort Lareh Nan Panjang
1 Koto Katiak
2 Koto Panjang
3 Tanah Oak Lambiak
4 Guguk Malintang

 

No Kelurahan
Resort Bukit Surungan
1 kampung Manggis
2 Pasar Usang
3 Silaing Atas
4 Silaing Bawah

 

Kemudian berdasarkan Undang-undang Nomor 18 Tahun 1965 istilah kota praja diganti menjadi kotamadya dan berdasarkan peraturan menteri nomor 44 tahun 1980 dan peraturan pemerintah nomor 16 tahun 1982 tentang susunan dan tata kerja pemerintahan kelurahan, maka resort diganti menjadi kecamatan dan jorong diganti menjadi kelurahan dan berdasarkan peraturan pemerintah nomor 13 tahun 1982 Kota Padang Panjang dibagi atas dua kecamatan yakni Kecamatan Padang Panjang Barat dan Kecamatan Padang Panjang Timur, dengan secara keseluruhan 16 kelurahan.

Kemudian dalam rangka Pembinaan Kehidupan Nagari sebagai kesatuan masyarakat Hukum Adat, maka berdasarkan Mubes LKAAM tahun 1966 di Kota Padang Panjang terdapat 3 KAN, yaitu:

No KAN
1 Gunuang
2 Lareh Nan Panjang
3 Bukit Surungan

Sedangkan Resort Pasar, karena sebagian besar penduduknya pendatang tidak dibentuk KAN.

PENETAPAN HARI JADI KOTA PADANG PANJANG

Hari Jadi Kota Padang Panjang yang selama ini diperingati tanggal 23 Maret setiap tahunnya, sesuai dengan tanggal pengundangan dari Undang-undang Nomor 8 Tahun 1956 tentang Pembentukan Daerah Otonom Kota Kecil dalam Lingkungan Daerah Propinsi Sumatera Tengah, ternyata masih banyak masyarakat / warga Kota Padang Panjang yang belum dapat menerima atau mengakui Hari Jadi dimaksud. Hal ini disebabkan karena dalam sejarah perkembangannya, Padang Panjang sebetulnya sudah ada sejak beberapa ratus tahun yang lalu.

Terhadap penetapan Hari Jadi Kota Padang Panjang tersebut di atas, beberapa tahun terakhir ini masyarakat / warga Kota Padang Panjang mengusulkan kepada Pemerintah Kota Padang Panjang untuk meninjau kembali melalui suatu kajian sejarah yang melibatkan Tokoh Masyarakat, Sejarawan atau kalangan Akademisi serta Stake Holders lainnya di lingkungan Pemerintah Kota Padang Panjang. Atas usul masyarakat inilah Pemerintah Kota Padang Panjang pada tahun 2002 yang lalu membentuk Badan Kajian Sejarah dan Perjuangan Bangsa (BKSPB) Kota Padang Panjang yang ditetapkan dengan Keputusan Walikota Padang Panjang Nomor 227 Tahun 2002 yang antara lain bertugas meninjau dan mengkaji ulang Hari Jadi Kota Padang Panjang berdasarkan sejarah atau historis dan perkembangan yang telah ada beberapa ratus tahun yang lalu.

Hasil kegiatan BKSPB Kota Padang Panjang terhadap Hari Jadi Kota Padang Panjang dimaksud sesuai dengan tahapannya telah disempurnakan melalui Kegiatan Seminar Sehari yang diadakan pada tanggal 12 Maret 2003. Pada saat itu disepakati bahwa penetapan Hari Jadi Kota Padang Panjang adalah tanggal 1 Desember 1790, dan untuk pertama kalinya diperingati pada tanggal 1 Desember 2004 dan dilanjutkan pada tahun-tahun berikutnya. Untuk lebih menguatkan legalitas atau dasar hukum dari penetapan Hari Jadi Kota PadangpPanjang tanggal 1 Desember 1790 ditetapkan dengan suatu Peraturan Daerah yaitu Peraturan Daerah Kota Padang Panjang Nomor 17 Tahun 2004 tentang Penetapan Hari Jadi Kota Padang Panjang.

Tulisan PADANG PANJANG menunjukkan Kota Padang Panjang sebagai Daerah Otonomi.

  • Lukisan Bintang Bersegi-lima melambangkan Ketuhanan Yang Maha Esa.
  • Lukisan Tigabuah Gunung melambangkan bahwa Kota Padang Panjang dikelilingi oleh tiga buah gunung.
  • Lukisan Garis Putih melambangkan bahwa Kota Padang Panjang sering diselimuti awan.
  • Lukisan Rumah Gadang melambangkan bahwa Kota Padang Panjang adalah suatu kota yang menjunjung tinggi kehidupan bermusyawarah dan mufakat dengan landasan Adat Basandi Syara’, Syara’ Basandi Kitabullah untuk mencapai kemakmuran dan kesejahteraan.
  • Lukisan Masjid melambangkan kehidupan masyarakat Kota Padang Panjang yang bernuansa Islami.
  • Lukisan Kitab terkembang melambangkan bahwa Kota Padang Panjang adalah Kota Pendidikan.
  • Lukisan Setangkai Padi dan Kapas melambangkan Proklamasi Kemerdekaan Tijuhbelas Bulan Delapan dan Kemakmuran. Tulisan KOTA SERAMBI MEKAH melambangkan julukan Padang Panjang dengan ciri khas Islami.
  • Lukisan Pita dengan warna Merah Putih melambangkan Padang Panjang bagian dari Negara Kesatuan Repunlik Indonesia dan sebagai Kota Perjuangan.

Secara Geografis luas wilayah Kota Padang Panjang adalah 2.300 Ha atau sekitar 0.05% dari luas Provinsi Sumatera Barat. Secara geografis Padang Panjang terletak antara 100^ 20 dan 100^ Bujur Timur serta 0^ dan 0 32 Lintang selatan. Secara detailnya batas-batas Kota Padang Panjang antara lain : Sebelah Barat Berbatasan dengan Kecamatan X Koto Sebelah Timur Berbatasan dengan Kecamatan Batipuah Sebelah Selatan berbatasan dengan Kecamatan X Koto Sebelah Utara Berbatasan Dengan Kecamatan Kecamatan X Koto

Lorem Ipsum is simply dummy text of the printing and typesetting industry. Lorem Ipsum has been the industry's standard dummy text ever since the 1500s, when an unknown printer took a galley of type and scrambled it to make a type specimen book. It has survived not only five centuries, but also the leap into electronic typesetting, remaining essentially unchanged. It was popularised in the 1960s with the release of Letraset sheets containing Lorem Ipsum passages, and more recently with desktop publishing software like Aldus PageMaker including versions of Lorem Ipsum.